Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2015

Menghilangkan title bar pada android

Default-nya aplikasi Android selalu mempunyai title bar, sebuah bar pada bagian atas aplikasi, yang di sana tertera nama dari aplikasi yang kita buat.
Namun terkadang kita merasa hal itu adalah terlalu kuno, dan merusak desain layout yang sudah kita buat, karena itu, kita bisa menghilangkannya dengan mudah. Aplikasi-aplikasi Android sekarang jarang ada yang memakai title bar, kabanyakan menggantinya dengan Title Bar buatan sendiri atau menggunakan Action Bar.

dan kali ini aku mau berbagi nagaimana cara menghilangkan title bar,
Kita bisa menghilangkannya dengan dua cara, yaitu mengupdate pada java code,  yang kedua dengan mengesetnya pada AndroidManifest.XML .
Jika ingin menonaktifkan title bar pada java code, maka tambahkan baris kode yang berfungsi untuk me-request feature khusus pada window aplikasi Android kita. Tambahkan baris berikut

di Activity class kalian,

| this.requestWindowFeature(Window.FEATURE_NO_TITLE);

peletakan kode adalah di method onCreate(),atau seperti dibawah ini


@Override
         public  void on Create(Bundle savedInstanceState){
         super.onCreate(savedInstanceState);
         this.riquestwindowFeature(Window.FEATURE_NO_TITLE);
          }


mudah kan tapi untuk jelasnya kunjungi http://developer.android.com
sekian postingan saya bila ada salah nya mohon maaf dan terima kasih telah mengunjungi blog saya,tapi jangan lupa di follow ya.
Read More

Selasa, 28 Oktober 2014

Sejarah Bahasa Pemrograman PHP

Assalamualaikum wr wb

      hai gan ane mau syaring sejarah bahasa         pemrograman php yang ane                             dapat dari wikipedia , nah gan langsung           aja ni cekidot..... :V

     Pada awalnya sih gan php merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). 
PHP pertama kali dibuat oleh Ramus Lerdorf pada tahun 1995, Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari Web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrograman yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

nah seperti berikut gan yang ane dapat dari wikipedia ane pamit dulu ya gan

Wasalamualaikum wr wb


Read More

Kamis, 27 Februari 2014

Android Intent (Dari satu activity ke activity lain)

Nah berikut ini sedikit tutorial dasar dalam programming Android, yaitu Intent. Intent adalah sebuah kelas pada Java khususnya dalam programming Android Application yang berfungsi untuk perpindahan Halaman. Nggak mungkin kan kita bikin aplikasi cuma sehalaman aja, yaaa kecuali kita cuma bikin aplikasi Kalkulator dan aplikasi kecil semacamnya.
Nah sekarang bikin activity_main.xml seperti dibawah ini
res/ layout / main.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:orientation="vertical" ><Button
        android:id="@+id/button"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Cancel" />
</LinearLayout>
Kemudian buat xml satu lagi di res/layout/clicked_form
res/layout/clicked_form.xml
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:paddingBottom="@dimen/activity_vertical_margin"
    android:paddingLeft="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingRight="@dimen/activity_horizontal_margin"
    android:paddingTop="@dimen/activity_vertical_margin"
    tools:context=".MainActivity" >

    <Button
        android:id="@+id/buttonclick"
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:layout_alignParentLeft="true"
        android:layout_alignParentTop="true"
        android:layout_marginLeft="62dp"
        android:layout_marginTop="30dp"
        android:text="Click me" />

</RelativeLayout>


Gampang toh..?? Nah ingat konsep Activity, dia adalah single screen. Jadi satu layout adalah satu activity, berarti karena kita memiliki 2 layout berarti kita harus punya 2 activity juga… Nah sekarang bikin activity dulu buat tampilan kedua diatas… Ok berikut activity nya mulai dari :
MainActivity.java

public class MainActivity extends Activity {
private Button buttonclick;

@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);

Button buttonclick = (Button) findViewById(R.id.buttonclick);
buttonclick.setOnClickListener(new OnClickListener() {

@Override
public void onClick(View v) {
// TODO Auto-generated method stub
Intent intent = new Intent(MainActivity.this, clicked.class);
startActivity(intent);
}

});
}
@Override
public void onBackPressed(){
finish();
}
}

Kemudian buat class clicked.java didalam res

res/ clicked.java

public class clicked extends Activity implements OnClickListener {
private Button buttoncancel;

@Override
public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.clicked_form);

buttoncancel = (Button) findViewById(R.id.buttoncancel);
buttoncancel.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {

@Override
public void onClick(View v) {
// TODO Auto-generated method stub
finish();
}
});
}

@Override
public void onClick(View v) {
// TODO Auto-generated method stub

}
}




Agar intent dapat bekerja kita harus menambahkan activity di  AndroidManifest.xml

AndroidManifest.xml

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    package="com.example.intent"
    android:versionCode="1"
    android:versionName="1.0" >

    <uses-sdk
        android:minSdkVersion="8"
        android:targetSdkVersion="18" />

    <application
        android:allowBackup="true"
        android:icon="@drawable/ic_launcher"
        android:label="@string/app_name"
        android:theme="@style/AppTheme" >
        <activity
            android:name="com.example.intent.MainActivity"
            android:label="@string/app_name" >
            <intent-filter>
                <action android:name="android.intent.action.MAIN" />

                <category android:name="android.intent.category.LAUNCHER" />
            </intent-filter>
        </activity>
        <activity android:name="com.example.intent.clicked" >
        </activity>
    </application>

</manifest>

Simpel dan mudahkan (Disarankan jangan copas Script)  Terimakasih telah membaca dan semoga yang anda pelajari dari blog saya bermanfaat (! ) Tolong tinggalkan komennya (bila berminat :) LOL
Read More

Selasa, 04 Februari 2014

Android ViewFlipper Tutorial

kali ini saya mauberbagi bagai mana cara membuat android View Flipper bagi temen2 yang mau belajar ketik atau copas script berikut

1. buat android projeck baru dengan nama ViewFlipper
2. untuk activity name nya gunakan nama berikut "ViewFlipperMainActivity.java"
    untuk Layout name nya gunakan nama berikut "view_flipper_main.xml"

res/layout/view_flipper_main.xml:


  1. <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
  2. <LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  3.     android:layout_width="fill_parent"
  4.     android:layout_height="fill_parent"
  5.     android:orientation="vertical" >

  6.     <TextView
  7.         android:layout_width="fill_parent"
  8.         android:layout_height="wrap_content"
  9.         android:layout_marginTop="10dp"
  10.         android:gravity="center"
  11.         android:text="View Flipper gambar 1"
  12.         android:textColor="#000099"
  13.         android:textSize="30dp" />

  14.     <ViewFlipper
  15.         android:id="@+id/view_flipper"
  16.         android:layout_width="fill_parent"
  17.         android:layout_height="fill_parent"
  18.         android:layout_margin="6dip" >

  19.         <!-- The child Views/Layout to flip -->


  20.         <!-- Layout 1 for 1st Screen -->

  21.         <LinearLayout
  22.             android:layout_width="fill_parent"
  23.             android:layout_height="fill_parent"
  24.             android:gravity="center"
  25.             android:orientation="vertical" >

  26.             <TextView
  27.                 android:layout_width="wrap_content"
  28.                 android:layout_height="wrap_content"
  29.                 android:layout_marginTop="15dp"
  30.                 android:text="This Is Screen 1"
  31.                 android:textColor="#191975"
  32.                 android:textSize="25dp"
  33.                 android:textStyle="bold" >
  34.             </TextView>

  35.             <ImageView
  36.                 android:id="@+id/imageView1"
  37.                 android:layout_width="442dp"
  38.                 android:layout_height="450dp"
  39.                 android:layout_marginTop="15dp"
  40.                 android:src="@drawable/image1" />
  41.         </LinearLayout>

  42.         <!-- Layout 2 for 2nd Screen -->

  43.         <LinearLayout
  44.             android:layout_width="fill_parent"
  45.             android:layout_height="fill_parent"
  46.             android:gravity="center"
  47.             android:orientation="vertical" >

  48.             <TextView
  49.                 android:layout_width="wrap_content"
  50.                 android:layout_height="wrap_content"
  51.                 android:layout_marginTop="15dp"
  52.                 android:text="This Is Screen 2"
  53.                 android:textColor="#191975"
  54.                 android:textSize="25dp"
  55.                 android:textStyle="bold" >
  56.             </TextView>

  57.             <ImageView
  58.                 android:id="@+id/imageView1"
  59.                 android:layout_width="450dp"
  60.                 android:layout_height="450dp"
  61.                 android:layout_marginTop="15dp"
  62.                 android:src="@drawable/image2" />
  63.         </LinearLayout>
  64.         <!-- Layout 3 for 2nd Screen -->

  65.         <LinearLayout
  66.             android:layout_width="fill_parent"
  67.             android:layout_height="fill_parent"
  68.             android:gravity="center"
  69.             android:orientation="vertical" >

  70.             <TextView
  71.                 android:layout_width="wrap_content"
  72.                 android:layout_height="wrap_content"
  73.                 android:layout_marginTop="15dp"
  74.                 android:text="This Is Screen 2"
  75.                 android:textColor="#191975"
  76.                 android:textSize="25dp"
  77.                 android:textStyle="bold" >
  78.             </TextView>

  79.             <ImageView
  80.                 android:id="@+id/imageView1"
  81.                 android:layout_width="450dp"
  82.                 android:layout_height="450dp"
  83.                 android:layout_marginTop="15dp"
  84.                 android:src="@drawable/image3" />
  85.         </LinearLayout>
  86.     </ViewFlipper>

  87. </LinearLayout>


selanjutnya buat folder bernama anim didalam res dan buat xml baru bernama
 
   res/anim/

  1. in_from_left.xml
  2. in_from_right.xml
  3. out_to_left.xml
  4. out_to_right.xml

dan berikut script dari

res/anim/ in_from_left.xml


  1. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  2.     android:shareInterpolator="false">
  3.     <translate
  4.         android:fromXDelta="-100%" android:toXDelta="0%"
  5.            android:fromYDelta="0%" android:toYDelta="0%"
  6.            android:duration="1400" />
  7. </set>

res/anim/  in_from_right.xml

  1. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  2.     android:shareInterpolator="false">
  3.     <translate
  4.         android:fromXDelta="100%" android:toXDelta="0%"
  5.            android:fromYDelta="0%" android:toYDelta="0%"
  6.            android:duration="1400" />
  7. </set>

res/anim/ out_to_left.xml


  1. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  2.     android:shareInterpolator="false">
  3.       <translate android:fromXDelta="0%" android:toXDelta="-100%"
  4.         android:fromYDelta="0%" android:toYDelta="0%"
  5.         android:duration="1400"/>
  6. </set>

res/anim/ out_to_right.xml


  1. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  2.     android:shareInterpolator="false">
  3.       <translate android:fromXDelta="0%" android:toXDelta="100%"
  4.         android:fromYDelta="0%" android:toYDelta="0%"
  5.         android:duration="1400"/>
  6. </set>

kemudian buat activity java nya

src/ ViewFlipperMainActivity

  1. public class ViewFlipperMainActivity extends Activity {
  2. private ViewFlipper viewFlipper;
  3. private float lastX;

  4. @Override
  5. protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
  6. super.onCreate(savedInstanceState);
  7. setContentView(R.layout.view_flipper_main);
  8. viewFlipper = (ViewFlipper) findViewById(R.id.view_flipper);
  9. }


  10. public boolean onTouchEvent(MotionEvent touchevent) {
  11. switch (touchevent.getAction()) {

  12. case MotionEvent.ACTION_DOWN: {
  13. lastX = touchevent.getX();
  14. break;
  15. }
  16. case MotionEvent.ACTION_UP: {
  17. float currentX = touchevent.getX();

  18. if (lastX < currentX) {
  19. if (viewFlipper.getDisplayedChild() == 0)
  20. break;

  21. viewFlipper.setInAnimation(this, R.anim.in_from_left);
  22. viewFlipper.setOutAnimation(this, R.anim.out_to_right);
  23. viewFlipper.showNext();
  24. }

  25. if (lastX > currentX) {
  26. if (viewFlipper.getDisplayedChild() == 1)
  27. break;
  28. viewFlipper.setInAnimation(this, R.anim.in_from_right);
  29. viewFlipper.setOutAnimation(this, R.anim.out_to_left);
  30. viewFlipper.showPrevious();
  31. }
  32. break;
  33. }
  34. }
  35. return false;
  36. }

  37. }
bila sudah hasilnya seperti berikut
                                   




Bila anda ingin mendownload Source Codenya click link di bawah
ViewFlipper Source Code

Terimakasih telah membaca
Read More

Senin, 03 Februari 2014

Konfigurasi Virtual Memory di Windows 8

Virtual memory memungkinkan Anda untuk menggunakan ruang disk untuk memperpanjang jumlah RAM yang tersedia pada sistem dengan menulis RAM ke disk melalui proses yang disebut paging. Pada Windows 8 mengalokasikan memori virtual dalam jumlah setidaknya sama besar dengan total memori fisik yang terpasang pada komputer. Komputer dengan 4 GB atau kurang RAM, Anda harus mengatur ukuran maksimum untuk setidaknya dua kali total memori fisik.

1. Klik kanan pada pilihan komputer dan klik properties.
2. Buka kotak dialog Options pengaturan muka System.
3. Pada tab pilihan Advance, klik pada opsi pengaturan kinerja.
4. Dalam Opsi Kinerja, klik Muka
5. Pada tab Advanced, klik Ubah untuk menampilkan kotak dialog Virtual Memory
6. Dalam opsi maya Memory
Mengemudi [Volume Label] dan Ukuran File Pager (MB) Menunjukkan bagaimana memori virtual saat ini dikonfigurasi pada sistem.
Jumlah Ukuran File Pager Untuk Semua Drive Menyediakan ukuran yang direkomendasikan untuk virtual RAM pada sistem dan memberitahu Anda jumlah yang saat ini dialokasikan.
7. Secara default, Windows 8 mengelola ukuran file paging untuk semua drive.Jika Anda ingin secara manual mengkonfigurasi memori virtual, menghapus Kelola Ukuran File Pager Otomatis Untuk kotak centang Semua Drives.
8. Pilih Ukuran Custom, dan kemudian masukkan ukuran awal dan ukuran maksimal.
9. Jika Anda memperbarui pengaturan paging file yang sedang digunakan, Anda akan melihat prompt menjelaskan bahwa Anda perlu me-restart sistem untuk perubahan hasilnya. klik OK.
Read More

Cara seting virtual memory di windows 7


kali ini aku mau berbagi bagaimana cara seting virtual memory di windows 7 , buat yang belum tau apa itu virtual memory bisa kalian baca postingan saya sebelumnya Mengubah flashdisk Menjadi Ram (virtual memory)  cara nya ikuti langkah2 di bawah XD

  1. Buka System dengan mengklik tombol Start  Picture of the Start button, klik kanan Computer, lalu klik Properties. 
  2. Dalam pane kiri, klik Advanced system settings. Administrator permission required Jika Anda diminta untuk sandi administrator atau konfirmasi, ketik sandi atau memberikan konfirmasi. 
  3. Pada tab Advanced, di bawah Kinerja, klik Pengaturan. 
  4. Klik tab Advanced, dan kemudian, di bawah Virtual memory, klik Change. 
  5. Kosongkan mengelola ukuran file paging otomatis untuk semua drive kotak centang. 
  6. Bawah Drive [Volume Label], klik drive yang berisi file paging yang ingin Anda ubah. 
  7. Klik Custom size, ketik ukuran yang baru dalam megabyte pada Initial size (MB) atau ukuran maksimum (MB) kotak, klik Set, lalu klik OK.

    Mudah tapi sedikit membingungkan untuk keterangan jelasnya kunjunggi http://windows.microsoft.com/en-us/windows/change-virtual-memory-size#1TC=windows-7
    Terimakasih telah membaca dan salam bloger

    Jika os kamu windows 8 cara setingnya baca di sini

    http://seihateam.blogspot.com/2014/02/konfigurasi-virtual-memory-di-windows-8.html#.Uu8iylQW20w

Read More

Mengubah flashdisk menjadi RAM (virtual memory)

bagaimana cara mengubah flashdisk menjadi RAM?". Sebelum saya jawab, silahkan lihat gambar dibawah ini:
Ini flashdisk




Dan ini adalah RAM (random access momory):

Cukup jelas kan perbedaan fisiknya? Nah, gimana coba caranya mengubah flashdisk yang segede kelingking jadi RAM yang segede snack Beng-Beng yg jumbo? Panggil pak Tarno? Sim salabim jadi apa? prettt preeet pret.

Just kidding, pertanyaan bagaimana mengubah flashdisk menjadi RAM hanyalah mitos dunia komputer. Yang benar adalah mengubah flashdisk sehingga bekerja layaknya RAM. Cara ini disebut virtual memory.
Sebelum mengenal virtual memory saya mo jelasin dikit perbedaan RAM dan harddisk/flashdisk. RAM (random access memory) merupakan hardware komputer yang berguna menyimpan data yang akan di proses oleh prosesor. RAM adalah satu-satunya media penyimpanan yang bisa diakses langsung oleh prosesor. RAM umumnya bersifat volatile alias data didalamnya akan hilang begitu listrik dimatikan.
Harddisk dan flashdisk adalah media penyimpan data yang tidak langsung di proses oleh prosesor. Kedua media penyimpanan ini bersifat non-volatile alias datanya tidak akan hilang meskipun tidak ada sumber daya listrik.
Baik RAM, flashdisk, harddisk, atau media penyimpanan lainnya memiliki 2 persamaan umum yaitu sizedan speed. Size adalah ukuran media tersebut dalam menampung data dalam satuan byte (Kilobyte, Megabyte, Gigabyte, and go on) dan speed adalah kecepatan baca dan tulis data pada perangkat tersebut.

Virtual memory adalah suatu teknik komputasi dimana harddisk atau penyimpanan lain selain RAM bekerja layaknya RAM. Teknik seperti ini sudah ada sejak tahun 60an. Latar belakang munculnya adalah dikarenakan terbatasnya size dan speed RAM yang ada pada saat itu, sedangkan storage sudah berkembang lebih baik dalam hal size atau speed. Jadi, ketika anda menjalankan suatu aplikasi yang besar dan memakan banyak tempat di RAM, maka sebagian dari data tersebut akan dipindahkan ke virtual memory.
"Tapi bung, software anu jelas-jelas bilang klo itu tuh mengubah flashdisk jadi RAM!", yah disitulah masalahnya, para developer software-software tersebut sebenarnya sengaja memudahkan hidup anda dengan menghindari istilah rumit macam virtual memory.
Di Windows, sebenarnya sudah ada fitur virtual memory tanpa harus menginstall software-software tersebut,  lihat update dibawah. Jika di distro Linux, virtual memory biasa disebut swap.

Apakah virtual memory itu "wajib" hukumnya? Tidak, virtual memory bisa diterapkan pada komputer anda ataupun tidak. Jika anda memiliki RAM yang terbatas namun aktifitas komputasi anda besar maka memang sebaiknya menggunakan virtual memory. Namun, jika RAM anda size nya sudah besar, katakanlah 4GB, kemudian aktifitas komputasi anda hanya berkutat pada ngetik, dengerin musik, atau hal sepele lainnya maka boleh tidak menggunakan virtual memory.

Oh iya, sebaiknya memang harus menggunakan flashdisk daripada harddisk. Dengan menggunakan harddisk sebagai virtual memory maka akan menurunkan speed harddisk. Sebaiknya gunakan flashdisk tersendiri untuk dijadikan virtual memory. :)
Tapi daripada beli flashdisk untuk virtual memory, lebih baik anda membeli RAM saja :)

UPDATE:
Seorang anon yang baik hati memberikan cara untuk menggunakan flashdisk sebagai virtual memory tanpa harus menginstal software lain terlebih dahulu. Check it out..

Begini caranya :
• Masukkan flashdisk ke port komputer(port ini jangan diganggu dengan bergonta-ganti flashdisk, modem,        atau yang lainnya, benar-benar harus mempunyai port tersendiri).
• Ganti nama Flashdisk dengan nama “RAM Drive”
• Masuk ke My computer > Properties > Advanced > Setting >
• Klik Tab Anvanced > Change
• Pilih port flashdisk yang kita masukkan tadi
• Pilih custom size
• Untuk mengisi angka pada initial size dan maximum size, komputer membutuhkan paling kurang 5 Mb ruang kosong pada Flashdisk. Jika pada space available tertulis 256 Mb, maka kita tuliskan 251 Mb.
• Klik set > Aplly > OK. Ingat klik Aplly dulu baru OK
• Jika pada komputer tertulis permintaan restart now, klik restart now untuk merestart komputer.
• Nah proses penambahan RAM komputer anda telah selesai.
Yang harus diperhatikan :
• Port USB yang kamu gunakan untuk Flashdisk tidak boleh diganggu gugat lagi. Untuk itu, pilih port USB yang betul-betul anda tidak gunakan sama sekali agar tidak terganggu untuk keperluan lain.
• Jangan sekali kali mencabut flashdisk dari komputer jika komputer masih dalam keadaan hidup, karena akan dapat menyebabkan crash pada komputer kamu.


Sumber : kehl-bellrose.blogspot.com
Read More

Senin, 27 Januari 2014

Membuat alert dialog di android

Hari ini kita akan belajar tentang kelas AlertDialog.

Ada banyak jenis Dialog di Android - pop up windows yang menginformasikan, mengkonfirmasi atau data permintaan dari pengguna. Hari ini kita akan melihat pada kelas AlertDialog - pop up window dialog sederhana yang dapat menampilkan judul, pesan teks, dan sampai 3 tombol - yang positif, satu negatif dan satu netral. Ini juga memungkinkan untuk menampilkan hal-hal yang lebih kompleks di sini seperti daftar dan switch, tapi kita akan sampai ke itu nanti.

Pertama, pergi kemain Activity layout XML dan menambahkan tombol

<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools" android:layout_width="match_parent" android:layout_height="match_parent" android:orientation="vertical" tools:context=".MainActivity" > <Button android:id="@+id/testButton" android:layout_width="fill_parent" android:layout_height="wrap_content" android:text="Call an AlertDialog" /> </LinearLayout>


Sekarang pergi ke kelas MainActivity.java. Di sini, membuat referensi ke tombol dalam tata letak dan menambahkan pendengar klik acara untuk itu.
Dalam fungsi handler onClick dari pendengar, kita akan menciptakan AlertDialog. Pertama, mendeklarasikan variabel pembangun kelas AlertDialog.Builder.

AlertDialog.Builder builder = new AlertDialog.Builder(MainActivity.this);

Sekarang kita bisa menyesuaikannya. Saya ingin jendela dialog untuk memiliki 2 tombol - Ya dan Tidak, dan tombol Yes menutup aplikasi, sementara tombol yang menutup hanya dialog.

Mengatur judul dan pesan dialog:

builder.setTitle("Exit application"); builder.setMessage("Do you want to exit?");

Buat tombol positif menggunakan setPositiveButton () method. Ini memiliki 2 parameter - label dari tombol dan OnClickListener tombol. Kita bisa menutup aplikasi menggunakan MainActivity.this.finish ():

builder.setPositiveButton("Yes", new DialogInterface.OnClickListener() { @Override public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { MainActivity.this.finish(); } });

Tombol negatif dibuat sama:

builder.setNegativeButton("No", new DialogInterface.OnClickListener() { @Override public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { dialog.cancel(); } });


Kemudian kita dapat membuat tidak mungkin bagi pengguna untuk menutup dialog dengan menekan tombol "Kembali" pada perangkat mereka. Lakukan ini menggunakan setCancelable () method:

builder.setCancelable(false);


selanjutnya

AlertDialog myDialog = builder.create(); myDialog.show();

Full MainActivity.java code:

package com.alertbox tutorial; import android.app.Activity; import android.app.AlertDialog; import android.content.DialogInterface; import android.os.Bundle; import android.view.Menu; import android.view.View; import android.widget.Button; public class MainActivity extends Activity{ @Override protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.activity_main); Button button = (Button)findViewById(R.id.testButton); button.setOnClickListener(new View.OnClickListener() { @Override public void onClick(View v) { AlertDialog.Builder builder = new AlertDialog.Builder(MainActivity.this); builder.setTitle("Exit application"); builder.setMessage("Do you want to exit?"); builder.setPositiveButton("Yes", new DialogInterface.OnClickListener() { @Override public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { MainActivity.this.finish(); } }); builder.setNegativeButton("No", new DialogInterface.OnClickListener() { @Override public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { dialog.cancel(); } }); builder.setCancelable(false); AlertDialog myDialog = builder.create(); myDialog.show(); } }); } @Override public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) { // Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present. getMenuInflater().inflate(R.menu.activity_main, menu); return true; } }
Terimakasih telah membaca














Read More
Designed ByOra responsive ora popo